tentang mati rasa

•May 31, 2010 • 2 Comments

Semua berjalan biasa-biasa saja, cenderung membosankan jadinya. Berusaha menikmati sedikit kesibukan baru guna mengalihkan ingin yang sesungguhnya. Tapi bukankah ingin dan rencana, baru terwujud jika ada ijin dari Pemilik Segala? Dan itulah nyatanya…

Seorang kawan bercerita tentang kondisi kehidupan asmaranya saat ini. Bertahan dalam sesuatu yang dia tahu tidak mungkin terjadi lagi, namun dia baik-baik saja. Menyadari tempaan mental yang selama ini dilaluinya membuatnya lupa berapa lama dia bertahan di sana…

Yah, banyak angan yang kadang semuanya harus stuck ketika cerita tak sejalan dengan ingin, namun tetap baik-baik saja. Karena semua lelah dan luka menjadi biasa, seolah sembilu menyerupai kawan baik yang selalu mengunjungi dengan setia di setiap langkah.

Mungkin inilah yang disebut mati rasa.

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started