Pakistan
Republik Islam Pakistan | |
|---|---|
| Semboyan: ایمان، اتحاد، نظم (Urdu) Īmān, Ittiḥād, Naẓm (Indonesia: "Iman, Persatuan, Disiplin") | |
| Lagu kebangsaan: قومی ترانہ پاکستان (Urdu) Qaumī Tarānah Pākistān (Indonesia: "Himne Nasional Pakistan") | |
| Ibu kota | Islamabad 33°41′N 73°4′E / 33.683°N 73.067°E |
| Kota terbesar | Karachi 24°51′N 67°1′E / 24.850°N 67.017°E |
| Bahasa resmi | |
| Bahasa asli | Lebih dari 77 bahasa[1] |
| Kelompok etnik | Lihat di bawah |
| Agama |
|
| Demonim | Pakistani |
| Pemerintahan | Negara federal Republik berbasis demokrasi parlementer |
• Presiden | Asif Ali Zardari |
| Shehbaz Sharif | |
| Legislatif | Parlemen |
| سینیٹ Seneṭ | |
| قومی اسمبلئ Qaumī Asimbli'e | |
| Kemerdekaan dari Britania Raya | |
| 28 Januari 1933 | |
• Resolusi | 23 Maret 1940 |
• Dominion | 14 Agustus 1947 |
• Dibentuknya Republik Islam | 23 Maret 1956 |
• Pakistan Timur memisahkan diri | 16 Desember 1971 |
• Konstitusi saat ini | 14 Agustus 1973 |
| Area | |
• Total | 881.913 km2 (340.509 sq mi) (36) |
• Perairan (%) | 3,1 |
| Populasi | |
• Perkiraan 2024 | 252.363.571[2] (5) |
• Kepadatan | 237,4/km2 (614,9/sq mi) (56) |
| PDB (KKB) | 2022 |
• Total | |
• Per kapita | |
| PDB (nominal) | 2022 |
• Total | |
• Per kapita | |
| Gini (2018) | ketimpangan sedang |
| IPM (2022) | rendah (161) |
| Mata uang | Rupee Pakistan (₨) (PKR) |
| Zona waktu | UTC+5 (Waktu Standar Pakistan (PST)) |
| Kode telepon | +92 |
| Kode ISO 3166 | PK |
| Ranah Internet | .pk پاکستان. |
Situs web resmi pakistan.gov.pk | |
Pakistan (bahasa Urdu: پَاکِسْتَان pengucapan bahasa Urdu: [paːkɪˈst̪aːn] (
simak)), dengan nama resmi Republik Islam Pakistan (bahasa Urdu: اِسلَامی جَمہُورِیَہ پَاکِسْتَان (Islāmī Jamhūriyah Pākistān)), adalah sebuah negara di Asia Selatan, yang merupakan negara berpenduduk terbanyak kelima di dunia, dengan jumlah penduduk lebih dari 241,5 juta tahun 2023. Islamabad adalah ibu kota Pakistan, sedangkan Karachi adalah kota terbesar dan pusat keuangan. Pakistan adalah negara terluas ke-33 di dunia dan terluas kesembilan di Asia. Pakistan berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Oman di barat daya, dan Muara Gangga di tenggara, serta berbatasan darat dengan India di sebelah timur; Afganistan di barat; Iran di barat daya; dan Tiongkok di timur laut. Pakistan juga berbatasan laut dengan Oman di Teluk Oman, dan dipisahkan dari Tajikistan di sebelah barat laut oleh Koridor Wakhan di wilayah Afganistan.[7]
Pakistan adalah asal muasal dari sejumlah kebudayaan kuno, termasuk peradaban Neolitikum berusia 8.500 tahun di Mehrgarh di Balochistan, peradaban Lembah Indus dari Zaman Perunggu, dan peradaban Gandhara kuno. Wilayah-wilayah yang membentuk negara modern Pakistan dulunya adalah wilayah dari beberapa kerajaan dan dinasti, termasuk Achaemenid, Maurya, Kushan, Gupta; Kekhalifahan Umayyah di sebelah selatan, Samma, Hindu Shahis, Shah Miris, Ghaznavids, Kesultanan Delhi, Mughal, dan Kemaharajaan Britania Raya dari tahun 1858 hingga 1947.
Didorong oleh Gerakan Pakistan, yang memperjuangkan tanah air bagi umat Muslim di India Britania, dan kemenangan Liga Muslim India dalam pemilu tahun 1946, Pakistan merdeka pada tahun 1947 setelah Pemisahan India Britania, yang memberikan status negara terpisah bagi wilayah mayoritas Muslim dan disertai dengan migrasi massal dan hilangnya banyak nyawa. Awalnya, Pakistan adalah sebuah Dominion dalam Persemakmuran Britania Raya, tetapi secara resmi mengesahkan konstitusi sendiri pada tahun 1956, dan kemudian muncul sebagai republik Islam. Pada tahun 1971, wilayah eksklave Pakistan Timur memisahkan diri sebagai negara baru bernama Bangladesh setelah perang saudara yang berlangsung selama sembilan bulan. Dalam empat dekade berikutnya, Pakistan diperintah oleh berbagai macam jenis pemerintahan, bergantian diperintah oleh sipil dan militer, demokratis dan otoriter, serta sekuler dan Islamis.
Pakistan dianggap sebagai negara berkekuatan menengah, dengan angkatan bersenjata terbesar keenam di dunia. Pakistan adalah negara yang menyatakan diri memiliki senjata nuklir, dan tergolong dalam ekonomi yang sedang berkembang, dengan komposisi kelas menengah yang besar dan tumbuh dengan pesat. Sejarah politik Pakistan sejak kemerdekaan ditandai oleh periode pertumbuhan ekonomi dan militer yang signifikan serta periode ketidakstabilan politik dan ekonomi. Pakistan adalah negara yang beragam secara etnis dan bahasa, dengan geografi dan satwa liar yang juga beraneka ragam. Pakistan terus menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemiskinan, buta huruf, korupsi, dan terorisme. Pakistan adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerjasama Shanghai, Organisasi Kerja Sama Islam, Negara Persemakmuran, Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan, dan ditunjuk sebagai sekutu non-NATO utama oleh Amerika Serikat.[8]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Nama Pakistan berarti tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang menerbitkan sebuah pamflet berjudul Now or Never.[9] Nama ini juga merupakan sebuah lakuran dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu: Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Dahulu, wilayah Pakistan saat ini merupakan situs dari kebudayaan kuno seperti budaya Neolitik, Mehrgarh dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan merupakan bagian dari sejarah Veda, Persia, Indo-Yunani, peradaban Islam, dinasti Turki-Mongol dan kebudayaan Sikh melalui berbagai invasi. Sebagai akibatnya, tempat ini memiliki berbagai peninggalan berbagai dinasti seperti dinasti Persia, khalifah Ummayah, kekaisaran Maurya, kekaisaran Mongol, kesultanan Mughal, kemaharajaan Sikh, dan (terakhir) imperialisme Inggris.
Kemerdekaan
[sunting | sunting sumber]
Pakistan memperoleh kemerdekannya dari imperialisme Inggris pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur Kerajaan Britania Raya yang didominasi oleh Islam.[10] Setelah mengadopsi konstitusi baru pada tahun 1956, Pakistan secara resmi menjadi negara Republik Islam.[11] Pada tahun 1971, sebuah perang sipil terjadi di negara bagian Pakistan Timur yang akhirnya membuat negara bagian tersebut berpisah menjadi negara baru bernama Bangladesh.[12]