Pengeklaim takhta

Pengeklaim takhta atau pretender adalah gelar atau sebutan kepada orang yang mengklaim berhak atas sebuah tahta, baik takhta yang telah dibubarkan, diklaim, atau diduduki oleh pihak lain.[1][2]
Pengeklaim takhta Asia
[sunting | sunting sumber]Kerajaan Yerusalem
[sunting | sunting sumber]Para Kaisar Etiopia menyandang gelar "Raja Sion" berdasarkan klaim garis keturunan dari Wangsa Daud dalam Alkitab melalui putranya, Raja Salomo. Menelik II tidak lagi menggunakan gelar ini. Para Kaisar Etiopia terus menggunakan gelar kehormatan "Singa Penakluk dari Suku Yehuda" hingga berakhirnya sistem monarki seiring jatuhnya Kaisar Haile Selassie pada tahun 1974.
Sejak runtuhnya Kerajaan Yerusalem, banyak penguasa Eropa mengklaim diri sebagai pewaris sah kerajaan tersebut. Namun, tak satu pun dari mereka yang benar-benar memerintah wilayah bekas kerajaan itu. Saat ini, terdapat beberapa pihak di Eropa yang berpotensi mengajukan klaim berdasarkan pewarisan gelar tersebut. Tidak ada satu pun pihak pengklaim yang memiliki kekuasaan di wilayah bekas kerajaan itu.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Valynseele, Joseph. Les Prétendants aux trônes d'Europe. Paris, 1967, p. 11, 187–190 (French).
- ↑ Curley, Jr., Walter J.P. Monarchs-in-Waiting. New York, 1973, pp. 4–6, 10. ISBN 0-396-06840-5.