Lompat ke isi

Themis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Themis
Dewi keadilan, hukum ilahi, tatanan ilahi, adat, majelis, dan ramalan
Anggota para Titan
Themis dari Rhamnous, Attika, karya pemahat Kairestratos, ca 280 SM[1]
Yunani KunoΘέμις
KediamanGunung Olimpus
Keluarga
Orang tuaUranus dan Gaia
PasanganZeus
Keturunan

Dalam mitologi Yunani dan agama Yunani Kuno, Themis (bahasa Yunani Kuno: Θέμις, Thémis, 'keadilan, hukum, adat')[2] adalah dewi sekaligus personifikasi dari keadilan, tatanan ilahi, hukum, dan adat istiadat. Ia merupakan salah satu dari dua belas anak Titan dari pasangan Gaia dan Uranus, serta istri kedua Zeus. Ia dikaitkan dengan ramalan dan petunjuk ilahi, termasuk Orakel Delphi.

Themis berarti "hukum ilahi" alih-alih ketetapan manusia, secara harfiah berarti "apa yang ditempatkan atau ditetapkan", dari kata kerja bahasa Yunani títhēmi (τίθημι), yang berarti "menempatkan" atau "meletakkan".[3]

Bagi orang Yunani Kuno, ia pada awalnya adalah pengatur dari "urusan kemasyarakatan manusia, terutama majelis."[4] Moses Finley mengomentari istilah themis, sebagaimana kata tersebut digunakan oleh Homeros pada abad ke-8 SM, untuk membangkitkan tatanan sosial pada Zaman Kegelapan Yunani abad ke-10 dan ke-9 SM:

Themis tidak dapat diterjemahkan. Sebuah anugerah dari dewa-dewi dan tanda dari keberadaan peradaban, terkadang kata ini berarti adat yang benar, prosedur yang tepat, tatanan sosial, dan terkadang hanya sekadar kehendak dewa-dewi (sebagaimana diungkapkan oleh pertanda, misalnya) tanpa banyak mengandung gagasan tentang kebenaran.[5]

Finley menambahkan, "Di sana terdapat themis—adat, tradisi, cara kelompok, mores, apa pun kita menyebutnya, sebuah kekuatan besar dari 'hal itu dilakukan (atau tidak dilakukan)'."[6]

Dalam Himne untuk Apollo, Themis dirujuk sebagai "Ikhnaia", yang berarti "Pelacak".[7]

Dalam Theogonia karya Hesiodos, Themis merupakan salah satu dari dua belas anak Titan dari pasangan Gaia (Bumi) dan Uranus (Langit).[8] Ia merupakan istri kedua dari keponakannya, Zeus, dan melahirkan para Horai (Musim), yang terdaftar sebagai Eunomia (Hukum), Dike (Keadilan), Eirene (Kedamaian), serta para Moirai (Takdir), yang terdaftar sebagai Klotho, Lakhesis, dan Atropos.[9] Serupa dengan catatan Hesiodos, Himne Orfisme untuk Themis menyebutnya sebagai putri Gaia dan Uranus,[10] sedangkan Himne Orfisme untuk Musim dan Recognitiones menyebutnya sebagai ibu dari para Horai bersama Zeus.[11]

Hyginus, dalam karyanya Fabulae, menyebut Themis sebagai putri dari Aither dan Terra (Bumi),[12] dan bersama Zeus menjadi ibu dari para Horai.[13] Dalam lakon Prometheus Terbelenggu, yang secara tradisional diatribusikan kepada Aiskhilos, Themis adalah ibu dari Prometheus,[14] sedangkan menurut sebuah skolia pada lakon Hipolitos karya Euripides, Themis adalah ibu dari para Hesperides bersama Zeus.[15]

Dalam mitologi

[sunting | sunting sumber]

Themis adalah salah satu dewi yang memiliki kaitan dengan Orakel Delphi karena ia turut membangunnya. Ia menerimanya dari ibunya, Gaia dan memberikannya pada Foibe.

Banyak penganut Neo-Pagan terutama Neo pagan Hellenis menganggap Themis adalah dewi kebajikan dan keadilan. banyak sekte modern menganggap Themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah mati. Ia membawa seperangkat timbangan yang digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan seseorang. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum nasib sang jiwa tersebut ditentukan oleh Hades.

Pengikut Pagan biasanya berdo'a, membakar minyak dan kemenyan, makanan, atau menumpahkan minuman sebagai persembahan pada Themis. Mereka menganggap Themis menjanjikan kesehatan, kesenangan, kejantanan, dan karisma bagi para pengikutnya. Themis biasanya disembah oleh para pria.

Satu-satunya pasangan Themis adalah Zeus. Dari hubungannya dengan Zeus, Themis melahirkan Horai (para dewi keteraturan)[16] dan Moirai (para dewi takdir).[17] Sementara Menurut Pindar, Moirai sudah ada ketika Themis dan Zeus menikah.[18]

Penggambaran

[sunting | sunting sumber]
Themis yang digambarkan sebagai dewi buta dan memegang pedang

Personifikasi dari kosep abstrak merupakan ciri khas dari Bangsa Yunani. Kemampuan dewi Themis untuk melihat masa depan menjadikannya sebagai salah satu Orakel di Delphi, yang pada akhirnya menjadikannya sebagai dewi keadilan.

Beberapa penggambaran klasik tentang Themis tidak menunjukkan dirinya buta ataupun memegang pedang (karena dia melambangkan kesepakatan bersama, bukan paksaan). Themis membangun Orakel di Delphi di mana dirinya sendiri merupakan seorang peramal. Menurut versi lain, Themis menerima Orakel Delphi dari Gaia dan kemudian memberikannya pada Foibe.[19]

Dalam mitologi Romawi, Themis dipadankan dengan Iustitia atau Justitia, yang juga merupakan dewi keadilan dan hukum. Dia kemungkinan berasal dari pikiran bangsa Romawi alih-alih dari mitologi kuno. Dia digambarkan dengan wajah yang tenang, membawa timbangan dan pedang bermata dua (kadang kornukopia), dan sejak tahun 1500-an dia ditampilkan dengan mata tertutup. Patung di pengadilan sebenarnya menggambarkan Iustitia, bukan Themis. Namun patung di pengadilan di Vancouver, British Columbia, merupakan patung Themis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Brill's New Pauly, s.v. Themis.
  2. ↑ Beekes, s.v. Θέμις, hlm. 539.
  3. ↑ LSJ, s.v. θέμις.
  4. ↑ "(University of Washington School of Law) Themis, Goddess of Justice". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-25. Diakses tanggal 2008-07-16.
  5. ↑ Finley, The World of Odysseus, rev. ed. (New York: Viking Press), 1978: 78, cat.
  6. ↑ Finley, The World of Odysseus. hlm. 82.
  7. ↑ Himne Homeros 3 untuk Apollo, 96; Gantz, hlm. 52.
  8. ↑ Hesiodos, Theogonia 133–138; Gantz, hlm. 52; Caldwell, hlm. 5, tabel 3; Grimal, s.v. Themis, hlm. 443; Tripp, s.v. Themis, hlm. 558–559; Oxford Classical Dictionary, s.v. Themis; Morford, hlm. 60; March, s.v. Themis, hlm. 376. Themis secara serupa disebut sebagai putri Gaia dan Uranus oleh Apolodoros, yang memasukkannya dalam daftar para Titan (Apolodoros, 1.3.1).
  9. ↑ Hesiodos, Theogonia 901–906; Gantz, hlm. 53; Oxford Classical Dictionary, s.v. Themis. Meskipun para Moirai disebut sebagai keturunan Zeus dan Themis, sebelumnya dalam Hesiodos, Theogonia 217, mereka terdaftar sebagai putri-putri Niks (Malam) (Hard, hlm. 27).
  10. ↑ Himne Orfisme untuk Themis (79), 1–3 (Athanassakis dan Wolkow, hlm. 62).
  11. ↑ Himne Orfisme untuk Musim (43), 1 (Athanassakis dan Wolkow, hlm. 37); Pseudo-Klemens, Recognitions 10, hlm. 123, l. 39
  12. ↑ Hyginus, Fabulae Theogonia 3 (Smith dan Trzaskoma, hlm. 95).
  13. ↑ Hyginus, Fabulae 183 (Smith dan Trzaskoma, hlm. 158), Theogonia 25 (Smith dan Trzaskoma, hlm. 96).
  14. ↑ Aiskhilos, Prometheus Terbelenggu 18, 211, 873 (Sommerstein, hlm. 444, 445 cat. 2, 446, 447 cat. 24, 538, 539 cat. 113); Brill's New Pauly, s.v. Themis.
  15. ↑ Skolia pada Euripides, Hipolitos 742 (Cavarzeran, hlm. 288) [= Ferekides fr. 16d Fowler, hlm. 286 = FGrHist 3 F16d = FHG fr. 33b (Müller, hlm. 80)]; Gantz, hlm. 6; Fowler 2013, hlm. 294; Smith, s.vv. Themis, Hesperides. Menurut Gantz, "Jacoby berpendapat adanya kekeliruan dengan Eridanos Nymphai di sini".
  16. ↑ Hesiodos, Theogonia, 901.
  17. ↑ Hesiodos, Theogonia, 904.
  18. ↑ Pindaros, fragmen 30.
  19. ↑ Aiskhilos, Eumenides 1

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]