Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sauna hingga Memangku Laptop, Perusak Kualitas Sperma yang Jarang Disadari

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 11:03 WIB
Nabilla Ramadhian,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjaga kesehatan reproduksi merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Sayangnya, peran laki-laki dalam program kehamilan terkadang dikesampingkan karena adanya pandangan bahwa urusan keturunan lebih banyak dibebankan kepada pihak perempuan.

Faktanya, kualitas sel benih laki-laki memegang peranan sangat penting dalam menentukan tingkat keberhasilan kehamilan, baik secara alami maupun saat pasangan memutuskan untuk menjalani program bayi tabung.

Baca juga: Mengapa Pemeriksaan Kesuburan Pria Wajib Jadi Langkah Awal Program Hamil?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, mengatakan, banyak calon ayah tidak menyadari bahwa kebiasaan harian mereka diam-diam menurunkan kualitas sperma.

Berbagai kebiasaan sehari-hari hingga pilihan asupan yang keliru nyatanya bisa merusaknya. Perbaikan gaya hidup ini tidak bisa instan dan butuh waktu yang konsisten agar kualitas sperma suami kembali prima sebelum pembuahan terjadi.

Deretan kesalahan gaya hidup yang menurunkan kualitas sperma

1. Mandi sauna dan berendam air panas

Sel sperma memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap perubahan suhu di sekitarnya. Suhu yang terlampau panas di area intim laki-laki akan menghambat proses produksi sperma yang sehat.

Kebiasaan memanjakan diri dengan fasilitas relaksasi bersuhu tinggi justru bisa menjegal peluang kehamilan pasangan.

"Sperma sangat tidak tahan terhadap panas. Pakaian dalam terlalu ketat, berendam air panas, mandi sauna, itu merusak sperma," ujar dr. Budi.

Pelindung inti sel sperma tidak dirancang untuk menahan paparan suhu ekstrem. Apabila area intim dibiarkan terpapar panas, sel akan rusak sebelum sempat membuahi sel telur.

"Materi genetik sperma namanya DNA. Itu sangat mudah pecah pembungkusnya. Pembungkusnya mudah pecah kalau dia terekspos panas," jelas dr. Budi.

2. Memangku laptop dan menonton TV berlebihan

Di era serba digital, kita memang sulit lepas dari gadget. Namun, kebiasaan menaruh barang elektronik terlalu dekat dengan area intim ternyata bisa berakibat fatal.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, dalam acara media gathering untuk memperingati lima tahun kehadiran RS Pondok Indah IVF Centre di Jakarta, Kamis (27/8/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, dalam acara media gathering untuk memperingati lima tahun kehadiran RS Pondok Indah IVF Centre di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Bekerja sambil memangku laptop, misalnya, atau menyimpan ponsel di saku celana dekat area intim, nyatanya membawa risiko radiasi yang memengaruhi kesehatan sperma.

Selain paparan radiasi, kebiasaan malas gerak juga ikut memperburuk keadaan. Menghabiskan waktu berjam-jam menonton televisi ternyata bisa mengancam kualitas sel tersebut.

"Menonton televisi 40 jam berturut-turut selama satu minggu itu mengganggu merusak DNA sperma," tutur dr. Budi.

Kerusakan DNA sperma akibat kebiasaan-kebiasaan ini jelas berdampak panjang pada peluang kehamilan pasangan. Jika dipaksakan, embrio yang terbentuk berisiko mengalami kelainan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Mimpi Pasangan Selingkuh Bukan Pertanda Dia Tidak Setia, Bisa Jadi Ini Artinya
Mimpi Pasangan Selingkuh Bukan Pertanda Dia Tidak Setia, Bisa Jadi Ini Artinya
Wellness
Celana Coksu Cocok dengan Baju Warna Apa? Ini 10 Rekomendasinya
Celana Coksu Cocok dengan Baju Warna Apa? Ini 10 Rekomendasinya
Fashion
Bukan Hadiah Mahal, 5 Kebiasaan Ini Bisa Menjaga Hubungan Tetap Bahagia
Bukan Hadiah Mahal, 5 Kebiasaan Ini Bisa Menjaga Hubungan Tetap Bahagia
Relationship
7 Mimpi yang Sering Dialami dan Maknanya Menurut Pakar
7 Mimpi yang Sering Dialami dan Maknanya Menurut Pakar
Wellness
3 Zodiak yang Diprediksi Beruntung pada 31 Agustus-6 September, Ada Libra
3 Zodiak yang Diprediksi Beruntung pada 31 Agustus-6 September, Ada Libra
Wellness
4 Penyakit Reproduksi Perempuan Penghambat Kehamilan, Apa Saja?
4 Penyakit Reproduksi Perempuan Penghambat Kehamilan, Apa Saja?
Wellness
3 Zodiak yang Diprediksi Tangguh pada 29 Agustus 2026, Ada Taurus
3 Zodiak yang Diprediksi Tangguh pada 29 Agustus 2026, Ada Taurus
Wellness
Alasan di Balik Anjuran Tanam Satu Embrio Saja saat Bayi Tabung
Alasan di Balik Anjuran Tanam Satu Embrio Saja saat Bayi Tabung
Wellness
Anak Susah Diatur? Ini Peran Rutinitas Buat Tumbuh Kembang si Kecil
Anak Susah Diatur? Ini Peran Rutinitas Buat Tumbuh Kembang si Kecil
Parenting
5 Gaya Syahrini Saat Comeback ke Panggung, Cincin Emerald Ditaksir Bernilai Rp116 Miliar
5 Gaya Syahrini Saat Comeback ke Panggung, Cincin Emerald Ditaksir Bernilai Rp116 Miliar
Fashion
Hand Sanitizer Tak Bisa Atasi Semua Kuman, Kapan Wajib Cuci Tangan?
Hand Sanitizer Tak Bisa Atasi Semua Kuman, Kapan Wajib Cuci Tangan?
Wellness
Apa Bisa Pilih Jenis Kelamin Anak Lewat Bayi Tabung? Ini Aturannya
Apa Bisa Pilih Jenis Kelamin Anak Lewat Bayi Tabung? Ini Aturannya
Wellness
3 Trik Padu Padan Vest Rajut Agar Tak Terlihat Berlebihan
3 Trik Padu Padan Vest Rajut Agar Tak Terlihat Berlebihan
Fashion
Bukan Hanya Satu Visi, 5 Hal Ini Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah Menurut Psikolog
Bukan Hanya Satu Visi, 5 Hal Ini Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah Menurut Psikolog
Relationship
Kenapa Merasa Sudah Bantu Tapi Pasangan Tetap Kesal? Ini Alasannya
Kenapa Merasa Sudah Bantu Tapi Pasangan Tetap Kesal? Ini Alasannya
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau