見出し画像

小さな国に、商機はあるか【ブルネイ】② 見えにくい国ブルネイをどう見るか(Versi bahasa Indonesia ada di bawah)

ブルネイという国は、日本では「知ってはいるが、よく分からない国」の典型かもしれない。名前は聞いたことがある。石油で豊かな小国、という印象もある。だが、その先が続かない。旅行先として強い印象があるわけでもなく、仕事の相手として語られることも少ない。日本とブルネイは2024年に外交関係樹立40周年を迎えたが、それでもなお、この国の輪郭は日本ではかなり薄い(2024年、外務省)。なぜなのか。そこを考えないと、この国の商機も見えにくいままだと思う。

まず、この国は地理の時点で見えにくい。ブルネイはボルネオ島の北部にあり、周囲をほぼマレーシアに囲まれている。しかも国土は二つに分かれている。地図だけを見ると、独立した一国というより、どこかの州か、沿岸の小さな飛び地のようにも見える。独立国家としての輪郭が、最初から直感的につかみにくいのである。こういう国は、名前だけは知っていても、頭の中に地理的な実感が結びつきにくい。

しかも、ブルネイの「小ささ」は最初から与えられたものではない。歴史の中で周辺領土を失い、現在のような小さな国土に近づいていった。その流れの中で、1890年にリンバン地域を失ったことは大きな節目だった。つまり今のブルネイは、もともとこの大きさだった国ではなく、縮んだ結果としての小国である。この点を知らないと、ただ「昔から小さい国」と見てしまい、この国の歴史的な屈折が見えなくなる。

ブルネイは赤いところ。分断されている。

日本で見えにくい理由は、人的接点の薄さにもある。日本在住のブルネイ人は、外務省の基礎データで2022年6月時点90人とされている(2024年、外務省)。これはかなり少ない。もちろん人数だけがすべてではないが、日常の中で国の輪郭ができるには、人との接触は大きい。インドネシア、ベトナム、フィリピンのように、日本社会の中にその国の人たちが一定数いれば、仕事でも生活でも接点が生まれる。ブルネイはそこが細い。外交関係はある。経済関係もある。だが、日々の生活の中で触れる機会は少ない。だから、国名は知っていても中身が見えにくい。

さらに、世界に向けて強く押し出される物語も弱い。たとえば技術や革新の面で見ても、2025年の指標では、ブルネイは総合88位、成果面では134位だった(2025年、WIPO)。これは、世界の注目を集めるだけの厚い技術物語や産業物語をまだ持ちにくいことを示している。もちろん、順位が低いから価値がないという話ではない。だが、少なくとも「この国は今こう面白い」と世界が一斉に語りたくなるだけの目立つ層が薄いのは確かだろう。見えにくいのは、単なる宣伝不足ではなく、押し出される成果の厚みの問題でもある。

では、見えにくい国は、商売の相手としても意味が薄いのか。私は、必ずしもそうではないと思う。むしろ逆で、見えにくいまま独立した一国として存在し続けていることの方が、不思議で、面白い。周囲を大きな国に囲まれ、人口も少なく、世界に向けた強い物語も持たない。それでも豊かで、王権国家として安定している。この「なぜ成り立っているのか」という問いの中に、この国を見る意味がある。市場としての魅力は、必ずしも分かりやすさと一致しない。条件が特殊であるほど、合う商売の形も特殊になるからだ。

ここで大事なのは、ブルネイを「小さいが豊かな国」とだけ見ないことだ。その見方は間違いではないが、表面しかなぞらない。ブルネイは、小さな王権国家であり、イスラム国家であり、資源を持つ国である。しかもこの三つが重なっている。そこに、この国の見えにくさの理由があり、同時に、独特の商機の現れ方の理由もあるのだと思う。たとえば、同じ小国でも、単なる観光小国や金融小国とは違う。国家の色が濃く、宗教と制度の結びつきが強く、資源収入が生活を支えている。こうした国を、普通の市場の物差しで測ると外しやすい。

だから、ブルネイをどう見るかという問いは、そのまま「商機をどう見るか」という問いにつながる。見えやすい市場では、量や成長率で判断できることが多い。だが、ブルネイのような国では、まず条件を読まなければならない。何がこの国を支えているのか。何がこの国の自由を広げ、何がこの国の選択肢を狭めているのか。何が外から入りやすく、何が入りにくいのか。その順番を間違えると、見えにくい国はずっと見えないままで終わってしまう。

次は、その条件をもう少しはっきりさせたい。つまり、ブルネイを単なる見えにくい国ではなく、どういう構造の国として見るべきかを整理したい。小さな王権国家であること、イスラム国家であること、資源を持つ国であること。この三つを踏まえたうえで、最初に何を見るべきかを考えたい。

(Versi Bahasa Indonesia)

Apakah Ada Peluang Bisnis di Negara Kecil?
【Brunei】② Bagaimana Melihat Brunei, Negara yang Sulit Terlihat

Brunei mungkin merupakan contoh khas negara yang di Jepang “namanya dikenal, tetapi isinya tidak begitu dipahami”. Orang Jepang pernah mendengar namanya. Ada juga kesan bahwa Brunei adalah negara kecil yang kaya karena minyak. Namun, pembicaraan sering berhenti sampai di situ. Negara ini tidak memiliki kesan yang kuat sebagai tujuan wisata, dan juga jarang dibicarakan sebagai mitra bisnis. Jepang dan Brunei memperingati 40 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2024, tetapi meskipun demikian, sosok negara ini masih cukup samar di Jepang(2024, Kementerian Luar Negeri Jepang). Mengapa demikian? Menurut saya, jika kita tidak memikirkan hal itu, peluang bisnis di negara ini juga akan tetap sulit terlihat.

Pertama, negara ini sejak awal sulit terlihat dari sisi geografis. Brunei terletak di bagian utara Pulau Kalimantan, dan hampir seluruh wilayahnya dikelilingi oleh Malaysia. Selain itu, wilayah negaranya terbagi menjadi dua bagian. Jika hanya melihat peta, Brunei bisa terlihat bukan seperti sebuah negara merdeka, melainkan seperti salah satu negara bagian, atau sebuah daerah kecil di pesisir yang terpisah dari wilayah utama. Dengan kata lain, bentuk Brunei sebagai negara merdeka sejak awal sulit ditangkap secara intuitif. Negara seperti ini, meskipun namanya dikenal, sulit dikaitkan dengan gambaran geografis yang nyata di dalam kepala.

Selain itu, “kecilnya” Brunei bukan sesuatu yang sudah ada sejak awal. Dalam sejarahnya, Brunei kehilangan wilayah-wilayah di sekitarnya, dan semakin mendekati bentuk wilayah kecil seperti sekarang. Dalam proses itu, hilangnya wilayah Limbang pada tahun 1890 merupakan titik penting. Dengan kata lain, Brunei saat ini bukanlah negara yang sejak dahulu memang sebesar sekarang, melainkan negara kecil sebagai hasil dari proses penyusutan wilayah. Jika hal ini tidak diketahui, kita akan melihat Brunei hanya sebagai “negara yang dari dulu kecil”, dan tidak dapat melihat lapisan sejarah yang rumit di balik negara ini.

Alasan lain mengapa Brunei sulit terlihat di Jepang adalah tipisnya hubungan antarmanusia. Menurut data dasar Kementerian Luar Negeri Jepang, jumlah warga Brunei yang tinggal di Jepang pada Juni 2022 adalah 90 orang(2024, Kementerian Luar Negeri Jepang). Ini sangat sedikit. Tentu saja, jumlah orang bukanlah segalanya. Namun, agar gambaran tentang suatu negara terbentuk dalam kehidupan sehari-hari, kontak langsung dengan orang-orang dari negara tersebut sangatlah besar perannya. Jika ada cukup banyak orang dari suatu negara di tengah masyarakat Jepang, seperti Indonesia, Vietnam, atau Filipina, maka hubungan akan muncul baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Dalam hal Brunei, jalur itu sangat tipis. Hubungan diplomatik ada. Hubungan ekonomi juga ada. Namun, kesempatan untuk bersentuhan dengan negara ini dalam kehidupan sehari-hari sangat sedikit. Karena itu, meskipun nama negaranya dikenal, isi di dalamnya sulit terlihat.

Selain itu, Brunei juga belum memiliki narasi yang kuat untuk didorong ke dunia luar. Misalnya, jika dilihat dari sisi teknologi dan inovasi, dalam indikator tahun 2025, Brunei berada di peringkat ke-88 secara keseluruhan, dan di peringkat ke-134 dalam aspek hasil atau output(2025, WIPO). Ini menunjukkan bahwa Brunei masih sulit memiliki narasi teknologi atau industri yang cukup tebal untuk menarik perhatian dunia. Tentu saja, bukan berarti negara ini tidak bernilai karena peringkatnya rendah. Namun, setidaknya dapat dikatakan bahwa lapisan yang mencolok, yang membuat dunia serentak ingin berkata “negara ini sekarang menarik”, masih tipis. Sulit terlihatnya Brunei bukan sekadar karena kurang promosi, tetapi juga karena ketebalan hasil yang dapat ditonjolkan masih terbatas.

Lalu, apakah negara yang sulit terlihat juga berarti kurang bermakna sebagai mitra bisnis? Menurut saya, tidak selalu demikian. Justru sebaliknya, fakta bahwa negara ini tetap berdiri sebagai sebuah negara merdeka meskipun sulit terlihat, terasa lebih misterius dan menarik. Brunei dikelilingi oleh negara yang lebih besar, penduduknya sedikit, dan tidak memiliki narasi kuat yang menonjol ke dunia. Meskipun demikian, negara ini makmur dan stabil sebagai negara monarki. Dalam pertanyaan “mengapa negara ini dapat tetap berdiri?” terdapat makna penting untuk melihat Brunei. Daya tarik sebagai pasar tidak selalu sama dengan mudah atau tidaknya negara itu dipahami. Semakin khusus kondisinya, semakin khusus pula bentuk bisnis yang cocok untuknya.

Hal yang penting di sini adalah tidak melihat Brunei hanya sebagai “negara kecil tetapi kaya”. Pandangan itu tidak salah, tetapi hanya menyentuh permukaannya. Brunei adalah negara monarki kecil, negara Islam, dan negara yang memiliki sumber daya alam. Selain itu, ketiga unsur ini saling bertumpuk. Di situlah terdapat alasan mengapa negara ini sulit terlihat, dan pada saat yang sama juga terdapat alasan mengapa peluang bisnisnya muncul dengan cara yang khas. Misalnya, meskipun sama-sama negara kecil, Brunei berbeda dari negara kecil yang hanya mengandalkan pariwisata atau keuangan. Warna negara sangat kuat, hubungan antara agama dan sistem pemerintahan juga kuat, dan pendapatan dari sumber daya menopang kehidupan masyarakat. Jika negara seperti ini diukur dengan ukuran pasar biasa, kita mudah meleset.

Karena itu, pertanyaan tentang bagaimana melihat Brunei langsung terhubung dengan pertanyaan tentang bagaimana melihat peluang bisnis. Di pasar yang mudah terlihat, sering kali kita dapat menilai berdasarkan volume atau tingkat pertumbuhan. Namun, dalam negara seperti Brunei, pertama-tama kita harus membaca kondisinya. Apa yang menopang negara ini? Apa yang memperluas kebebasan negara ini, dan apa yang mempersempit pilihannya? Apa yang mudah dimasuki dari luar, dan apa yang sulit dimasuki? Jika urutannya salah, negara yang sulit terlihat akan tetap berakhir sebagai negara yang tidak terlihat.

Berikutnya, saya ingin memperjelas kondisi itu sedikit lebih jauh. Dengan kata lain, saya ingin menata cara melihat Brunei bukan sekadar sebagai negara yang sulit terlihat, tetapi sebagai negara dengan struktur tertentu. Brunei adalah negara monarki kecil, negara Islam, dan negara yang memiliki sumber daya alam. Dengan memperhatikan tiga hal tersebut, saya ingin memikirkan apa yang pertama-tama perlu dilihat.

いいなと思ったら応援しよう!