Lompat ke isi

Yakut (batu)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Zirkon)
Yakut
Kristal yakut yang berkilau di atas matriks kalsit berwarna cokelat muda, berasal dari Distrik Gilgit, Pakistan
Umum
KategoriNesosilikat
Rumus kimiaZrSiO4
Simbol IMAZrn[1]
Klasifikasi Strunz9.AD.30
Sistem kristalTetragonal
Kelas kristalDipiramida ditetragonal (4/mmm)
Simbol H–M: (4/m 2/m 2/m)
Grup ruangI41/amd (No. 141)
Sel unita = 6,607(1), c = 5,982(1) [Å]; Z = 4
Identifikasi
WarnaCokelat kemerahan, kuning, hijau, biru, abu-abu, nirwarna; pada sayatan tipis, nirwarna hingga cokelat pucat
PerawakanKristal berbentuk tabular hingga prismatik, butiran tidak beraturan, dan masif
KembaranTerjadi pada bidang {101}. Kristal yang mengalami kejutan akibat tumbukan meteorit menunjukkan kembaran polisintetik pada bidang {112}
BelahanPada bidang {110} dan {111}
FrakturKonkoidal hingga tidak rata
Sifat dalamGetas
Kekerasan skala Mohs7,5
KilauSeperti kaca hingga adamantin; berminyak ketika mengalami kondisi metamikt
GoresPutih
DiafaneitasTransparan hingga opak
Rapat jenis4,6–4,7
Sifat optikUniaksial (+)
Indeks biasnω = 1,925–1,961
nε = 1,980–2,015, 1,75 ketika mengalami kondisi metamikt
Bias gandaδ = 0,047–0,055
PleokroismeLemah
FusibilitasMendekati 2.550 °C, bergantung pada konsentrasi Hf, Th, U, H, dan unsur lainnya
KelarutanTak larut
Karakteristik lainBersifat fluoresen dan radioaktif,
Dapat membentuk halo pleokroik,
Relief: tinggi
Referensi[2][3][4][5][6]


Yakut atau zirkon adalah mineral yang termasuk dalam kelompok nesosilikat dan merupakan sumber unsur logam zirkonium. Nama kimianya adalah zirkonium(IV) silikat, dengan rumus kimia ZrSiO4. Rumus empiris yang menunjukkan beberapa variasi substitusi dalam yakut adalah (Zr1–y, REEy)(SiO4)1–x(OH)4x–y. Yakut mengendap dari lelehan silikat dan memiliki konsentrasi relatif tinggi dari unsur-unsur inkompatibel dengan kekuatan medan tinggi. Sebagai contoh, hafnium hampir selalu terdapat dalam jumlah sekitar 1 hingga 4%. Struktur kristal yakut termasuk dalam sistem kristal tetragonal. Warna alami yakut bervariasi, mulai dari kuning keemasan, merah, cokelat, biru, hijau, hingga nirwarna.[7] Nama "zirkon" berasal dari bahasa Persia zargun, yang berarti "berwarna keemasan".[8]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Warr, L.N. (2021). "IMA–CNMNC approved mineral symbols". Mineralogical Magazine. 85 (3): 291–320. Bibcode:2021MinM...85..291W. doi:10.1180/mgm.2021.43. S2CID 235729616.
  2. Anthony, John W.; Bideaux, Richard A.; Bladh, Kenneth W.; Nichols, Monte C., ed. (1995). "Zircon" (PDF). Handbook of Mineralogy. Vol. II (Silica, Silicates). Chantilly, VA, US: Mineralogical Society of America. ISBN 978-0962209710.
  3. "Zircon: Mineral information, data and localities". Mindat.org. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
  4. "Zircon Mineral Data". Webmineral. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
  5. Hurlbut, Cornelius S.; Klein, Cornelis (1985). Manual of Mineralogy (Edisi 20). Wiley. ISBN 0-471-80580-7.
  6. Erickson, Timmons M.; Cavosie, Aaron J.; Moser, Desmond E.; et al. (2013). "Correlating planar microstructures in shocked zircon from the Vredefort Dome at multiple scales: Crystallographic modeling, external and internal imaging, and EBSD structural analysis" (PDF). American Mineralogist. 98 (1). Abstract: 53–65. Bibcode:2013AmMin..98...53E. doi:10.2138/am.2013.4165. S2CID 67779734.
  7. "Materials Explorer".
  8. Stwertka, Albert (1996). A Guide to the Elements. Oxford University Press. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]